Selasa, 21 Mei 2013

Hikmah


Bunyi tak tik tuk keyboard ini mulai terdengar lagi. Hah.. lama rasanya tidak mencurahkan isi hati dalam sebuah tulisan. Harap banyak hikmah dari kejadian yang dapat dipetik bersama para pembaca.

Kini, saya sudah mulai beranjak dewasa. Azee…
Lebih tepatnya setelah berbagai kejadian yang menyita banyak waktu tenaga dan fikiran. Dimulai dengan yang namanya skripsi, ujian masuk co-ass, hingga pernikahan abang tersayang. Ups! J

By the way, congrats dulu buat abang saya Muhammad Razi, S.T, M.MSI dan kk ipar saya dr. Afifah Amatullah untuk pernikahannya. Semoga keberkahan selalu tercurah untuk abang dan kakak serta anak-anak kelak. Aamiin

Okay, stop dulu membicarakan masalah pernikahan.

Kali ini saya ingin menceritakan pengalaman pertama saya di dunia per co-ass an. Hari ini adalah minggu terakhir saya di siklus pertama. Kebiasaan lama memang sulit untuk diubah. Saya menulis selalu di saat-saat akan ujian. Seperti minggu ini, minggu terakhir yang mana semua dokter muda berjibaku dengan buku-buku untuk dapat melenggang ke siklus selanjutnya dengan aman dan tenteram.

Baik, cerita ini berawal dari hari pertama saya melangkahkan kaki sebagai dokter muda di sebuah rumah sakit umum milik pemerintah di kota ini. Masih teringat oleh saya saat tiba di bangsal, saya dan teman-teman dokter muda disuruh masuk ke ruang conference dengan teratur. Duduk di hadapan ibu-ibu konsulen yang hebat. Sesaat saya terkesima dengan apa yang saya lihat saat itu. Orang-orang hebat yang ada di depan dan calon orang-orang hebat yang ada di samping kanan dan kiri saya. Semua akan menjadi teman sejawat saya sebentar lagi. In syaa Allah.

Pertemuan di ruang conference itu merupakan ajang utuk mengenal semua konsulen dan staff yang ada di bangsal. Hari pertama diisi dengan memperkenalkan diri masing-masing kepada sang tuan rumah. Setelah itu kami diberi pengarahan bagaimana menjalani per co-ass an di bagian tersebut selama 4 minggu. Dokter residen sangat membantu kami dalam segala hal walau terkadang suka marah juga kalau ada hal yang tidak berkenan.

Banyak pasien yang saya temui di bagian ini, bagian yang dekat dengan yang namanya wanita. Sebut saja bagian KK. Di bagian ini banyak hal yang saya dapatkan. Namun yang menarik perhatian saya adalah seorang anak perempuan berusia belasan tahun dengan retardasi mental datang bersama ibunda tercinta untuk mengobati penyakit pada kulitnya. Yah terlanjur kesebut. hehe J

Oke kita lanjutkan. Sang ibu terlihat begitu sabar meladeni putrinya yang terus berbicara tanpa rem. Terlihat juga wajah sendu dan letih terpancar dari ibu itu. Saya maklum, yang ada disekitar saya pun begitu. Kami biarkan saja anak itu bicara tidak jelas dan merengek meminta sesuatu pada sang ibu. 

Namun, tiba-tiba sang anak tersebut menengadahkan tangan sambil berdoa dengan lantang. Isi dari doa itu memang tidak jelas akan tetapi kami dapat menangkap bahwa ia mendoakan ibu dan ayahnya dan keselamatan untuk mereka sekeluarga di dunia dan akhirat. 

Allahu Akbar.. saya merinding mendengarnya. Setelah itu saya tidak bisa berkata apa-apa, hanya duduk termangu sambil mengaminkan doa anak sholehah itu. Maa Syaa Allah.

Mungkin ini salah satu buah manis dari kesabaran sang ibu dalam membesarkan anaknya.  Semangat terus bu, semoga Allah selalu memberi ibu kekuatan dan kesabaran yang ekstra dalam mendidik titipan Allah ini. Aamiin..

Wisma Samara 
Hari-hari menjelang ujian 22.30 WIB


Jumat, 21 Desember 2012

Mahakarya-Nya yang Kucinta


Bismillahirrahmanirrahim..
Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam yang telah menciptakan berbagai mahakarya yang menakjubkan. Salah satu mahakarya yang menakjubkan itu kusebut, ibu.

Yap! Hari ini, 22 Desember 2012 merupakan hari spesial untuk orang paling spesial di muka bumi ini. Sudahkah kita persiapkan surprise untuk ibu kita masing-masing?

Kalau masih ada yang bingung dan enggan untuk memberikan sesuatu yang spesial kepada ibu di hari bahagia ini, silakan baca tulisan berikut sampai akhir. Bagi yang sudah punya rencana, silakan laksanakan rencananya. :D

Tulisanku kali ini terinspirasi dari kejadian tadi siang di sebuah jalan. Kulihat tiga orang berada di atas motor. Sang ayah selaku pengendara, ibu dan bayi kecil di belakangnya. Aku takjub, bukan karena mereka bertiga boncengan, namun sepanjang perjalanan, aku melihat sang ibu menempelkan bibirnya terus di pipi bayi mungilnya itu. Kecupan sayang dan lama sekali. Aku yang berada di belakang mereka terkesima sejenak. Terlintas olehku bayangan sendu penuh cinta, ibuku yang nun jauh di sana. “Apa kabar ibu sekarang?”, sontak pertanyaan itu keluar dari mulutku.

Sejenak aku menerawang, mengingat masa-masa kecilku. Aku dilahirkan di keluarga yang alhamdulillah tertarbiyah. Aku bersyukur sekali dibesarkan di keluarga ini. Ibu dan ayahku selalu menyebarkan nilai-nilai islam dimana pun. Ayahku seorang dokter dan pendakwah. Ibuku seorang ibu rumah tangga dan juga da’iah. Mereka sudah bersusah payah membesarkan anak-anaknya hingga sekarang, bahkan sudah ada yang mau nikah. #ups :D

Karena hari ini hari ibu, jadi aku fokuskan bahasan ke ibu. Ayah jangan sedih ya, insyaallah nanti ada juga tulisan tentang ayah di hari ayah. :)

Balik lagi ke ceritaku di waktu kecil. Ibu, seorang yang tangguh. Membesarkan empat anak yang super duper heboh. Setiap hari ada aja yang diributkan. Ya, biasalah anak-anak kan memang seperti itu. Setiap ada permainan yang baru, bisa dipastikan aka nada hujan lokal bagi yang kalah. Biasanya sih Khalid tuh yang nangis. #eh keceplosan :p

Ketangguhan ibu mulai kutau saat usiaku beranjak dewasa. Ibu selalu bangun di awal pagi untuk membangunkan kami semua, shalat berjamaah, tilawah, membuatkan sarapan, mengerjakan tugas-tugas rumah tangga, mengantarkan adek ke sekolah dan menjemputnya pulang, memasak, liqo, dan banyak lagi seabreg aktivitas yang ibu lakukan. Setiap kegagalan yang dihadapi anak-anaknya ibu tetap menyemangati kami dan selalu bilang, "gak apa-apa, kita coba lagi." Dulu, saat-saat menegangkan setelah lulus SMA aku mencoba hampir semua tes masuk PTN ternama di Jawa. Namun gagal terus karena yang ku ingin adalah fakultas yang digandrungi banyak orang, ya fakultas yang ayahku pernah memasukinya. Hingga pada akhirnya di pengumuman SNMPTN, aku lulus sebagai salah seorang mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Aku senang, tentu ibu juga senang. Aku tidak tau apa yang ibu rasakan saat itu, yang jelas ibu bangga memilikiku. 

Aku selaku anak ibu juga sangat bangga memiliki ibu seperti dirinya. Ibu yang sholehah dan menularkan kesholehan kepada anak-anaknya. Mewariskan akhlak baik kepada kami semua. Alhamdulillah..

Bu, terima kasih untuk 21 tahun yang telah berlalu. Terima kasih untuk kasih dan sayang yang selalu kau curahkan untuk anakmu. Sungguh tak terbalaskan jasa-jasamu jauh sebelum aku mengenal dunia. Ketika aku masih di kandungan, aku sudah merepotkan ibu, apalagi ketika aku lahir. Maafkan aku ya bu untuk setiap khilaf yang pernah kubuat kepada ibu.

Di hari special ini, kupersembahkan sebuah lirik nasyid untuk ibu. Semoga ibu senang membacanya. :)

Ibu
Album : Hijrah
Munsyid : Bijak
http://liriknasyid.com

Ibuku.. oh .. ibu...
Betapa ikhlas kau menyayangiku
Jiwamu tulus memeliharaku
Tiada mengharap mengharap balasanku

Ya allah tuhanku..
Bukakanlah pintu ampunan-Mu
Curahilah dia dengan rahmad-Mu
Dia merawatku sejak kecilku

Oh ibu.. kini aku jah darimu
Ingin ku luruh di pangkuanmu...
Rengkuhlah aku dengan doa malammu
S'moga Dia membimbing langkahku

Oh ibu.. kini air mataku berderai
Rindu belai kasih sayangmu
Dengan ketulusan hati yang dalam
Maafkanlah anakmu ini.....

Kamis, 18 Oktober 2012

Apatisme mahasiswa kedokteran, akankah terus seperti ini?


Renungan singkat untuk teman sejawat~

Tulisan kali ini berawal dari perkuliahan berdurasi satu jam dari dokter spesialis orthoped, sebut saja dr. U. Beliau memberi kuliah tentang Adverse Event (Kejadian yang tidak diharapkan). Namun, bukan topik perkuliahan yang akan kita bahas. 

Dr. U tiba-tiba mengalihkan topik di pertengahan kuliah, beliau mengatakan bahwa beliau ingin sekali protes terhadap penebangan pohon di kampus. Menurutnya penebangan pohon yang dilakukan akibat menghalang tonggak listrik beserta kabel-kabelnya merupakan hal yang tidak sepantasnya. “Pohon itu lebih mahal, mending tiang listriknya aja yang dipindahin!”, begitu ujarnya. 

Lalu kata-kata berikut yang begitu menghujam ke dalam sanubari mahasiswa terutama aktivis kampus para calon dokter ini, yaitu “saya aja mau protes, tapi kok gak ada mahasiswa yang protes dan demo terhadap penebangan pohon FK?”

Ya, dari pertanyaan menggantung itu, cukup membuat kami tersadar bahwa kami memang tidak peka, tidak peduli, egois. Benar ternyata penelitian yang pernah dilakukan oleh peneliti dari luar negeri sana bahwa mahasiswa yang menduduki peringkat pertama untuk sifat egois dan kurang bergaul adalah mahasiswa kedokteran. Tentu, hasil penelitian ini tidak bisa dijadikan pembenaran. Karena siapa pun kita, mahasiswa mana pun kita, seharusnya kita bisa menjadi seseorang yang bermanfaat bagi sekitar, peka terhadap perubahan lingkungan, dan kritis dalam melihat sebuah keadaan. Begitulah seharusnya seorang mahasiswa, tidak ada beda. 

Kamis, 03 Mei 2012

Langit

Aku suka melihat langit. Kapan pun waktunya, dimana pun tempatnya. Aku suka memandanginya lama sekali, seakan tak ingin menapaki bumi dan ingin terbang mendekat. Aku juga suka memperhatikannya, dikala tidak ada bebintang yang menghiasi, di waktu semua penghias langit enggan bekerja sama dengannya untuk memperlihatkan mahakarya Sang Pencipta.

Aku suka walau ia sedang sendu dan muram seakan enggan memperlihatkan cantiknya ia di kala malam. Aku tetap suka walau butiran hujan membuatnya kelam (namun sesungguhnya kekelamannya lah yang membuat butiran itu jatuh ke bumi), walau ribuan manusia mengeluh akan hadirnya ia dalam kelam.

Aku suka melihatnya, sangat.

Sahabat, semua kesukaanku ini berawal dari wisma. Wisma tempatku tinggal untuk belajar. Belajar tentang hidup, tentang mimpi, tentang persaudaraan. Anggota wisma yang selalu menyambutku hangat ketika  seabrek aktivitas kampus menggerogoti tenagaku.

Wismaku tak jauh dari sebuah mesjid megah di gang kecil sana. Wisma membiasakanku untuk senantiasa menyempatkan diri sholat di mesjid ketika magrib, isya, dan subuh tiba.

Sepanjang jalan menuju mesjid, aku selalu melihat langit. Damai..

Pada mulanya aku hanya berdecak kagum dan memuji Sang Pencipta atas ciptaanNya. Seiring berjalannya waktu, setiap aku melangkahkan kaki menuju mesjid, aku terbiasa melihat langit. Lama sekali. Entah magnet berkekuatan berapa yang menarikku untuk selalu melihatnya, hingga kadang aku hampir terjatuh karenanya. Sudah menjadi rutinitas baruku setiap kali pergi dan pulang mesjid, aku menatapnya dan ingin selalu menatap.

Pernah suatu ketika aku berjalan malas menuju Rumah Allah itu. Namun karena melihat langit, semangatku untuk melangkah membuncah. Hebat sekali dia. dia?

Tidak. Bukan langit. Aku tersadar. Bukan dia, melainkan Allah.

Ya! Allah yang mengingatkanku lewat langit. Allah lah yang membuatku terpesona akan ciptaanNya. Allah lah yang selalu menuntun langkahku menuju RumahNya. Dan Allah lah yang membuat aku tak henti melihat langit. Karena Allah tahu aku akan mengingatNya ketika aku melihat langit.

Sungguh.. Maha Kuasa Allah yang telah menciptakan langit dan bumi beserta seluruh isinya.

Langit menjadi penyambung ketika hatiku ingin berbicara pada Rabbi. Langit menjadi saksi atas segala ekspresi dan kata-kataku untukNya. Namun langit juga menjadi pembatas, untuk aku bisa melihat Tuhanku.

Tepat 24 jam yang lalu aku membaca sebuah novel yang sangat hebat karya Tere-liye. "Rembulan Tenggelam di Wajahmu" judulnya. Pas sekali. aku menyukai langit, dan tokoh utama di novel itu menyukai rembulan. Dan aku mengutip beberapa kata dari buku ini yang menjadi inspirasiku menulis -lagi, di blogku yang telah lama tidak ku perhatikan.

"Ada satu janji Tuhan. Janji Tuhan yang sungguh hebat, yang nilainya beribu kali tak terhingga dibandingkan menatap rembulan ciptaanNya. Tahukah kau? Itulah janji menatap wajahNya. Menatap wajah Tuhan. Tanpa tabir, tanpa pembatas.. Saat itu terjadi maka sungguh seluruh rembulan di semesta alam tenggelam tiada artinya. Sungguh seluruh PESONA DUNIA akan layu. Percayalah selalu atas janji itu."

Semoga pesona dunia yang ada di hadapan kita dalam bentuk apapun itu, tidak akan membuat kita lupa tujuan hidup yang sebenar dan akan Dia, Sang pemilik segala pesona.

Kini aku sadar, pesona langit belum apa-apanya. Aku ingin melihat Pemilik segala pesona, dan saat itu langit tak lagi menjadi pembatas antara aku dan Dia.


Jumat, 16 Maret 2012

Wadah


 
Seorang murid tampak murung di hadapan gurunya. Ia sengaja mendatangi sang guru karena satu alasan: mencari solusi dari seribu satu masalah yang seperti tak pernah henti menderanya. Belum masalah yang satu selesai, masalah baru pun muncul, berkembang, dan seterusnya.
“Guru, kenapa hidupku teramat sulit. Masalah seperti tak pernah mau menjauh dariku,” ungkap sang murid menunjukkan wajah galaunya. Semangat belajarnya seperti akan pupus dengan seribu satu masalah hariannya.
“Muridku, perhatikan apa yang akan aku lakukan dengan segelas air tawar ini,” ucap sang guru sambil memasukkan sebungkus serbuk jamu kedalam gelas.
Setelah diaduk, sang guru pun mempersilakan muridnya untuk mencicipi air yang berubah kehijauan itu. “Silakan kau coba!” ucapnya lembut.
Sang murid pun meraih gelas itu untuk kemudian mencicipinya. “Pahit! Pahit sekali guru!” ucapnya begitu spontan. Tapi, sang murid masih belum mengerti dengan segelas jamu itu.
Sesaat kemudian, sang guru pun mengajak muridnya untuk berjalan menuju tepian kolam di sebuah taman alam. Taman itu begitu asri. Sejumlah mata air dari tanah pegunungan mengalir perlahan menuju kolam taman.
Dan, sang guru pun menaburkan tiga bungkus serbuk jamu lain ke kolam. “Silakan kau aduk-aduk kolam yang luas itu semampumu, dan cicipi apakah airnya ikut terasa pahit!” ucap sang guru kemudian.
Setelah mengaduk, sang murid pun mencermati wajah air kolam yang sedikit pun tidak berubah warna. Dan, ia pun mencicipinya. “Tawar, guru!” ucapnya kemudian.
“Muridku, bayangkan jika serbuk jamu itu kau taburkan di danau yang luas. Berpuluh-puluh bahkan mungkin beratus-ratus bungkus serbuk jamu pun yang kau taburkan, warna air danau tak akan berubah, apalagi menjadi pahit!” ungkap sang guru kemudian.
“Maksud guru?” serbah sang murid masih belum menangkap isi nasihat gurunya.
“Perbesarlah wadah dan isi air, apa pun yang masuk, tidak akan mengubah rasanya. Perbesarlah wadah jiwa kita, seberapa besar pun masalah yang dihadapi, insya Allah, ia tetap hambar dan tak akan mempengaruhi diri kita,” jelas sang guru yang disambut anggukan pelan muridnya.
**
Baginda Rasulullah saw. pernah mengungkapkan keunggulan jiwa seorang mukmin. Jika diberi nikmat ia bersyukur, dan itu menjadi nilai plus buat dirinya. Dan jika diuji dengan ketidaknyamanan, ia bersabar, dan itu pun menjadi nilai plus lain buat dirinya.
Tapi boleh jadi, belum banyak dari kita yang merasakan bahwa sabar adalah ungkapan untuk menunjukkan betapa luas dan dalamnya wadah jiwa seorang mukmin. Seluas samudera yang akan menghambarkan apa pun yang mencemarinya.

sumber: www.eramuslim.com

Yuk, kita perluas  wadah jiwa kita. Agar setiap permasalahan yang ada, bisa kita sikapi dengan positif dan bijaksana. ^^



Minggu, 15 Januari 2012

Bisakah liburan kita efektif? Tentu!


Liburan mempunyai daya tarik tersendiri bagi para mahasiswa. Ia identik dengan jalan-jalan, kumpul bersama keluarga, shoping, dan lain sebagainya. Liburan membuat mahasiswa seakan-akan terbebas dari segala aktivitas yang menguras fikiran, tenaga, dan hati. Tentu,  kedatangannya sangat dinanti.

Namun, akankah liburan hanya kita isi dengan kegiatan-kegiatan yang “have fun” saja?  Gak dong.. Seorang mahasiswa semestinya dari awal sudah punya plan masing-masing untuk liburannya. Bagi yang belum punya plan, buat segera! Tidak ada salahnya kita list dari sekarang apa-apa saja yang akan dilakukan selama liburan. Jangan sampai hari-hari kita selama liburan kosong melompong tanpa kegiatan yang bermanfaat.

Bagi sahabat yang bingung untuk mengisi liburannya seperti apa, berikut ini saya paparkan hal-hal yang akan saya lakukan selama liburan. Semoga bisa menginspirasi. Dan doakan tercapai ya..^^

1.       Amalan/ibadah
-          Muhasabah diri, mengevaluasi amalan selama ini dan membuat targetan untuk kedepannya
-          Menambah hafalan 1 juz dan hadits arba’in
-          Mengunjungi dan sharing bersama adik-adik rohis SMA dulu
-          Menghabiskan buku-buku bacaan islami yang belum sempat dibaca
-          ………………………………………………

2.       Akademik
-          Selesaikan PROPOSAL SKRIPSI!
-          Belajar untuk blok depan / semester depan
-          ……………………………………………….

3.       Refreshing
-          Jalan-jalan bersama keluarga di akhir pekan
-          ………………………………………………..

4.       Mengasah soft skill
-          Belajar bawa mobil sama abang
-          Memasak bersama ibu atau kalau bisa manjakan ibu untuk 1 hari, kita yang menyiapkan segala kebutuhan keluarga dalam 1 hari itu. Mulai dari membangunkan adik-adik, membersihkan rumah, memasak, dan lain-lain
-          ………………………………………………….
5.       Lain-lain
-          Update tulisan-tulisan ke blog
-          Olahraga setiap pagi (keliling komplek) = diet!!
-          Beli barang-barang untuk dijualkan ke padang (bisnis = sunnah rasul)
-          Kenali, dekati, dan jalin silaturrahim dengan semua teman yang ada di kampus lewat sms, facebook, twitter, dan lain-lain
-          Ajarkan adik-adik dalam akademiknya maupun wawasan keislamannya
-          …………………………………………………..
Nb: “……………………………………………….. “ silahkan di isi dan di tambahkan sesuai kebutuhan masing-masing. Selamat liburan.. ^^

Selasa, 20 Desember 2011

Murabbi


Teruntuk Amah Ellin, miss En, dan uni .. "Murabbi ku"

Entah apa jadinya aku kini, jika tidak terjerumus ke sini
ke jalan yang kaya akan ketentraman hati,
jalan yang walau banyak duri,
namun aku sangat bersyukur telah berada di sini

karenamu.. aku dekat dengan Tuhanku..

Ribuan langkah kau tapaki
Pelosok negri kau sambangi
Ribuan langkah kau tapaki
Pelosok negri kau sambangi

Tanpa kenal lelah jemu
Sampaikan firman Tuhanmu
Tanpa kenal lelah jemu
Sampaikan firman Tuhanmu

Terik matahari
Tak surutkan langkahmu
Deru hujan badai
Tak lunturkan azzammu

Raga kan terluka
Tak jerikan nyalimu
Fatamorgana dunia
Tak silaukan pandangmu

Semua makhluk bertasbih
Panjatkan ampun bagimu
Semua makhluk berdoa
Limpahkan rahmat atasmu

Duhai pewaris nabi
Duka fana tak berarti
Surga kekal dan abadi
Balasan ikhlas di hati

Cerah hati kami
Kau semai nilai nan suci
Tegak panji Illahi
Bangkit generasi Robbani 

(Sang Murabbi)

Minggu, 23 Oktober 2011

Online

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

Offlinenya dicabut. :D

Insyaallah fifah rutin lagi ngepost disini.
Banyak hal yang bisa kita share, doakan fifah bisa istiqomah untuk aktif di blog ya teman-teman.. :)

Jumat, 23 September 2011

offline

assalamualaikum wr wb.. afwan jidddan, berhubung ada 3 blog yang harus fifah urus, jadi blog ini dengan sangat berat hati, dinonaktifkan.

Jumat, 15 Juli 2011

H-5 ujian blok 2.6

Assalamualaikum sahabat.. ^^

Kaifa haluk? How are you? Apa kabar? hehe

Semoga tetap istiqomah ya di barisan yang benar..


Lama banget rasanya fifah gak update tulisan di blog. Maaf ya buat yang menunggu-nunggu tulisanku.. # -_-" PeDe banget.

Yap! Ada yang berubah dari blog fifah yang sekarang. Biasa.. tukar suasana di H-5 ujian blok 2.6. # what?? tobaaat fah.. belajar!!

Beginilah sobat, hari-hari menegangkan sebelum ujian memang aneh dan pelik. Biasanya di hari biasa, sok sibuk banget dan terus berkata "duh, ga sempet update tulisan di blog. Banyak deadline!". Padahal waktu sangat banyak. #time management error

Nah, sekarang? Kok pengen banget ya ngotak-atik blog? hmm.. ada yang gak beres.

Hh.. anyway,, sebentar lagi ujian blok 2.6 (gangguang sistem pencernaan) akan fifah hadapi. Semoga Allah memberi kemudahan dalam memahami dan menjawab dengan benar semua soal yang diberikan. Amin,,,,

Doakan ya sahabat.. semangat!! ^^

*selamat belajar untuk semua pembaca yang juga akan menghadapi ujian. fighting!!!


Kamis, 02 Juni 2011

Ikan Bakar Ala Kak Yenti


Refreshingku di liburan kali ini adalah belajar berbagai masakan...! :D 

Salah satunya yaitu Ikan Bakar Ala Kak Yenti!! Yuk ,intip gimana cara pembuatannya..


Bahan-bahan :

1.   Ikan nila 3 ekor

2.   Jahe 1 sdm

3.   Lengkuas 1 sdm

4.   Bawang putih 2 sdm (agak banyak untuk ngilangin amisnya ikan)

5.   Bawang merah agak banyak dari bawang putih (sesuai selera biar harum)

6.   Kunyit 1 sdt

7.   Kemiri 3 butir (biar semua bumbu” nyerap ke dalam ikan)

8.   Daun ruku-ruku (cuma ada di sumbar katanya dan daun ini buat masak ikan aja untuk lebih menambah rasa)

9.   Daun-daunan yang biasa untuk gulai (daun kunyit, daun jeruk, daun salam, sereh)

10. Cabe giling sesuai selera

11. Santan (1 buah kelapa)

Nb : jahe, lengkuas, bawang merah dan putih, kunyit, dan kemiri sudah digiling sebelumnya


Syarat :

*kalau mau buat ikan bakar yang porsinya jumbo, lebih baik digulai dulu biar bumbu meresap sempurna. Tapi gulainya di “pakek” an saketek. Baru deh dibakar.


Cara pembuatan :

ü      *Masukkan santan

ü   *Masukkan bumbu dan daun-daun yang sudah disediakan 

ü      *Garam secukupnya

ü      *Kacau sampai mendidih dan kental

ü      *Masukkan ikan

ü      *Biarkan sampai bumbu-bumbu meresap ke dalam tubuh si ikan

ü      *Matikan kompor

ü      *Pindahkan ikan ke tempat yang siap untuk dibakar (sesuai peralatan yang tersedia di rumah        masing-masing)

ü   *Tunggu sampai mateng 

 

Okay… Ikan bakar siap di santaappp…. Mmm,,, yummmyyyy :D

 

It’s easy right??  Selamat mencoba!! :)

Jumat, 25 Maret 2011

Finally, I found this way



Boleh kakak bantuin dek? Suara lembut itu memaksa kepalaku menorehkan wajah ke sang pemilik suara. Siapalah gerangan wanita cantik dan baik ini. Ia mengucapkan salam, menyalami, dan mencium pipi kanan dan kiriku. “Salam semut”, katanya setelah melihat gelagatku yang tak biasa melakukan hal itu. Nifa nama kakak itu.
Beliau sangat baik, membantuku dalam mengisi lembar demi lembar kertas untuk pendaftaran ulang salah satu perguruan tinggi negeri di Sumatera Barat. Jujur, kalau tidak ada kakak itu, mungkin aku akan berlama-lama di tempat yang gerah ini.
Setelah selesai, aku pun resmi menjadi mahasiswi fakultas kedokteran. Ayah yang sudah menunggu lama di luar gedung pendaftaran menghampiri aku dan kak Nifa. Sudah selesai mendaftarnya?, Tanya beliau. Sudah, yah.Aku pun memperkenalkan kak Nifa dengan ayah. Ayah sangat merespon ketika kakak itu menawarkan tempat tinggal untukku selama di perkuliahan ini dan akhirnya kami menuju sebuah rumah di belakang fakultas kedokteran, wisma saniya namanya.
Ayah tidak bisa berlama-lama di sini, besok beliau sudah harus ke luar negeri untuk melanjutkan pekerjaannya. Selidik demi selidik, setelah survey beberapa tempat untuk aku tinggali, pilihan kami pun jatuh kepada wisma saniya.
Di wisma itu, aku bertemu dengan orang-orang seperti ibu. Jilbabnya lebar, ibadahnya lancar, semuanya mengingatkanku akan ibu. Aku senang, karena aku dikelilingi orang-orang yang terjaga ibadahnya. Aku juga bahagia, berada di lingkungan yang mereka semua mau menerimaku walau aku tidak berjilbab lebar seperti mereka.
~
Pagi ini aku siap berangkat menuju kampus impian. Di sana aku berkenalan dengan banyak sekali teman. Aku pun langsung mendapat 2 sahabat dekat. Fira dan dira namanya. Mereka cantik, baik, dan pintar. Aku senang berada di dekat mereka.
Awal-awal perkuliahan terasa indah dengan persahabatan kami bertiga. Aku juga bergabung dalam komunitas anak Jakarta. Dan tak jarang event-event yang mereka angkatkan aku ikuti. Aku kalap.
Setengah tahun sudah aku jalani perkuliahan ini. Semua berubah, tidak seperti di awal. Mungkin lebih tepat, akulah yang berubah.
Entah mengapa, aku tentram berada di wismaku saat ini. Mungkin karena aku punya sahabat baru di kamarku. Puput namanya. Dia sama denganku. Jilbabnya tidak lebar seperti kakak-kakak di wisma. Bukan akhwat. Itulah istilah yang aku berikan kepada perempuan yang tidak berjilbab lebar.
Aku sangat menikmati ukhuwah dengan yang namanya akhwat. Lebih indah daripada persahabatanku dengan dua sahabatkuku itu. Teramat indah.
Aku dan puput mulai merombak diri. Kami selalu bersama dalam mengikuti berbagai dauroh. Aku tersadar. Alhamdulillah..
Lambat laun aku, fira, dan dira tidak sedekat dulu. Kami sibuk dengan kegiatan masing-masing. Aku sibuk dengan kegiatan dakwah, dira sibuk dengan kegiatan BEM-nya, dan fira pun tak kalah sibuk. Teman-temanku dari komunitas Jakarta pun sontak berubah dengan perubahanku. Aku sedih, aku merasa teman-temanku menjadi sedikit. Aku galau..
Namun kemudian aku tersadar, ini baru permulaan. Cobaan dan tantangan yang kuhadapi kedepan masih menanti dengan sabar.
~
Satu setengah tahun sudah aku berada di kampus ini. Aku semakin yakin bahwa jalan yang aku pilih ini tepat. Aku nyaman, sangat nyaman dengan keadaanku sekarang. Ya, jalan dakwah yang penuh cabaran.
“ukh, andai perjuangan ini mudah pasti ramai peminatnya, andai perjuangan ini menjanjikan kesenangan pasti ramai yang tertarik padanya. Jika terjatuh, bangkitlah segera. Jika terluka, ingatlah janji-Nya.”
Inilah tulisanku setelah membaca sms motivasi dari salah seorang ukhti. Ia mengingatkanku akan perjalanan panjang yang telah ku lalui, seperti cerita di atas. Semoga bermanfaat. -the end-

Minggu, 16 Januari 2011

Dilema


Lagi lagi aku tidak merasa puas akan jawaban yang diberikan.

Kenapa sih?
Kok gitu?
Seharusnya kan
gini!!

Ya, memang sudah kodratnya seorang manusia tidak akan pernah puas dengan apa yang didapatkannya. Seperti aku. Masih berada di lingkaran pertanyaan yang senada dan seirama. Jawaban yang kunantikan tak kunjung tiba. Aku mulai tak kuasa dan menerima dengan lapang dada jawaban yang tidak membuatku tersenyum lega.

Begitulah pemikiranku selama ini sebelum memahami fiqh aulawiyyat/fiqh prioritas.

Oh iya, aku lupa menjelaskan apa pertanyaan yang selalu aku pertanyakan.

Begini sobat, kita semua sama-sama tahu bahwa keberadaan kita di kampus adalah amanah orang tua yang tidak bisa dipungkiri lagi, yaitu belajar dan menjadi mahasiswa berprestasi. Akan tetapi, kenyataan di lapangan membuat kita membagi fikiran untuk belajar, organisasi, dan dakwah.

Nah pertanyaan yang sudah berpuluh-puluh kali aku lontarkan adalah bagaimana ketika kita dihadapkan oleh dua pilihan, dakwah dan belajar. Pilih mana? Simplenya, ketika besok ujian, persiapan belum 100%, tiba-tiba ada agenda yang mengharuskan kita mengikutinya. So, what should we do?

Contoh lain, ketika jadwal yang sudah kita ancang-ancang untuk belajar tergantikan oleh agenda yang tiba-tiba dikabarkan. milih mana? Jujur, aku pusing tujuh keliling. Pusing memikirkan amanah ayah ibu untuk menjadi mahasiswa berprestasi di kampus. Ayah, seorang dokter dan juga dulunya aktivis dakwah kampus selalu mengingatiku agar mengurangi kegiatan-kegiatan selain belajar. Ibu pun begitu. Aku bingung, ayah dengan pengalamannya sebagai seorang aktivis dakwah, berkata seperti itu. “Fokus belajar kak.”

Aku teringat kata-kata akh ucup (Ridwansyah yusuf ahmad) yang mengatakan, “kalau mau ujian, stop dulu agenda dakwah,
toh kita mempersiapkan ini untuk kemajuan dakwah kedepannya..”

Baiklah, akh ucup sepaham denganku. Tetapi sobat, lain halnya dengan yang dikatakan salah seorang ustad. Beliau berkata, “yakinlah, bantuan Allah itu ada. Ketika kita menolong agama Allah, maka Allah akan menolong kita. Kalau dihadapkan dengan dua pilihan itu, jangan pilih salah satu, tapi gabungkan. Jadi dakwah iya, belajar juga iya.”

Mari kita analisa..

Dari pernyataan akh ucup, Aku setuju sekali dengan kata-kata “untuk kemajuan dakwah kedepannya”. Akan tetapi, yang dikatakan ustad itu juga sangat benar.
Confuse? Ya. Aku juga sama.

#
yuk! sharing pendapat. ^^

Jumat, 05 November 2010

berbagi cerita tentang Muhibah

Welcome Malaysia...!

Kamis, 28 Okt 2010

Siang itu, bandara terlihat sepi. Tidak seperti biasa, ketika aku pulang ke Jakarta/Malaysia.

Setelah check in dan bayar airport tax, kami (aku, fitri, laura) langsung berjalan menuju imigrasi.
Tak disangka, orang imigrasi benar-benar minta dilempar. Dia menanyakan surat yang tidak penting.
Wajah teman-temanku sudah tidak enak dilihat, takut ga boleh ke malaysia katanya.
Aku sudah tau, orang imigrasi memang suka iseng dan menyebalkan. Jarum jam terus berjalan, kami belum juga lolos dari imigrasi yang bikin gregetan.

10 menit lagi pesawat take off dan jantung mulai berdegup kencang. Bayangkan kawan,
hanya karena surat tidak penting itu kami gak jadi ke malaysia? unreasonable.

alhasil, dengan naik dan turun banding kami lolos!!!

okay!
sesampainya kami di bandara LCCT Malaysia, bermasalah lagi di imigrasinya.
Tapi alhamdulillah kami lolos!!!

Ayah sudah menunggu, kami pun berangkat .menuju apartemen.




Jumat, 29 okt 2010

Tepat pukul 08.00 am kami tiba di penginapan para delegasi Muhibah.
Hotel Putra Muda, itu dia tempatnya. Letaknya persis di tengah kota KL (Kuala Lumpur) yang dinamakan Chowkit. Hotel ini juga dekat dengan monorail yang siap membawa penumpangnya keliling kota.

Setelah 2 jam menunggu di lobi, akhirnya kami bertemu dengan dua orang delegasi dari FK UNAND. Bang Aan dan Bang Luki.

Kami pun berkenalan dengan delegasi dari UMJ (kak mia, kak tiara, dan kak wilda), tak ketinggalan ibu-ibu akbid Fathonah (mbak fifi, bu ratna, dan bu tetin) dan juga dengan delegasi dari UIN (adi, midun, pradipta,ops) serta Pak Daryo. Oh iya, tak lupa Prof Salamun yang begitu baik dan menyenangkan.

Sekitar pukul 10.00 am, kami pun berangkat dengan van pesiar menuju Putra Jaya. Kami diturunkan di mesjid Putra Jaya yang katanya mesjid ini adalah mesjid yang sering digunakan perdana menteri Malaysia dalam melaksanakan ibadahnya. Perlu diketahui, Putra Jaya adalah suatu kawasan pemerintah Malaysia.

Setelah solat zuhur, kami berangkat menuju Cyber University College of Medical Sciences (CUCMS) untuk join seminar bersama mahasiswa di sana.

Alhamdulillah mereka sangat welcome dan ramah. Seminar pun dimulai. Presentasi pertama dari bang Aan tentang FULDFK. Dilanjutkan dengan presentasiku tentang UNAND. Setelah itu ada lagi presentasi dari dua mahasiswi CUCMS dan dari prof Salamun.

Pimpinan universitasnya, prof Hatta, sangat baik. Begitu juga dengan prof Ikram dan sejumlah besar mahasiswanya. Setelah foto bersama, kami pun diundang makan di kantin CUCMS. Sangat berbeda dengan kantin di fakultasku. Ga papa.. Qonaah. hehe



Waktu pun telah memisahkan kami
dengan teman-teman dari CUCMS. Entah mengapa sedih sekali rasanya berpisah dengan mereka. Ukhuwah never end lah. Hopefully we meet again guys. :(










Sabtu, 30 Okt 2010


Kunjungan ke Hospital Pakar Damansara

Rumah sakit ini merupakan RS swasta yang profesi pimpinannya bukan dokter. RS ini sering mendapat award karena manajemen rumah sakitnya bagus.

Para delegasi diberikan jamuan presentasi tentang manajemen RS oleh pimpinan rumah sakit KPJ Damansara dan setelah itu kami diundang makan siang dengan hidangan yang lezat tentunya. Selanjutnya kami diajak keliling RS untuk melihat fasilitas-fasilitas yang tersedia di sana.

SubahanAllah.. kamar pasien bak kamar hotel. Semua ruangan tertata rapi dan bersih. Terlihat eksklusif.












Okay..


Sorenya kami ke tempat penjualan souvenir, Batu Caves, butik coklat, dan KLCC.

Batu caves adalah kuil Hindu terpopuler yang terdapat di luar India yang merupakan bukit kapur dengan gua-gua dan kuil di dalamnya. Kuil ini dipersembahkan untuk dewa Murugan yang dihormati perannya sebagai dewa perang dan dewa pelindung daratan Tamil. 24 juta rupe dihabiskan untuk membuat patung ini dengan konstruksi yang terdiri atas 1550 m3 beton, 250 ton baja batangan dan 300 liter cat emas yang diimpor dari negara tetangga Thailand.

Menara Kembar Petronas, bangunan 88-tingkat yang juga dikenali sebagai KLCC (Kuala Lumpur City Centre) merupakan bangunan kembar tertinggi di dunia. Menara kebanggaan Kuala Lumpur yang terletak di tengah-tengah pusat kota ini terdapat kompleks pejabat, dewan convention, sebuah taman yang luas dan kompleks dagang modern.
Seni bangunan menara kembar ini didesain oleh arsitek Amerika yang berasal dari Argentina yaitu Cesar Pelli yang mendapat ilham bentuk dari corak geometrik yang sering digunakan di dalam seni bangunan Islam.

Setelah bebas jalan-jalan, para delegasi kembali ke penginapan.











Minggu, 31 Okt 2010

Kubuka mata pagi itu, dan taukah kawan,, kami kesiangan!!!

Ayah udah ngomel dan kasih taushiah pagi. Automatically yang kena aku. Ya gak mungkin dong ayah ngomel” ke teman”ku. Wajar sih ayah kesel, abis kita gak kasih tau mau berangkat jam berapa. So, ayah membiarkan kami hanyut dalam dunia mimpi. The point is effective communication!

Trip to Malacca

Para delegasi, tak ketinggalan prof salamun serta ibu” akbid dan pak daryo, kami naik Malacca river cruise dan monorail yang baru beroperasi di sana. Setelah itu kami berkunjung ke museumnya, selanjutnya kembali ke penginapan dan bersiap untuk dinner dengan presiden FIMA, prof. Musa.

Kami diundang makan malam di restoran nelayan*kalau tidak salah
Segala jenis sea food tersedia di sini. Para delegasi sangat menikmati hidangan makan malam ini. Gimana nggak? Restorannya kelas professor bo! Hehe
Tapi setelah makan malam ini, bibirku terserang alergi. Kurasa dari sea food itu. Sampai sekarang belum juga sembuh. Ampun deh. Kapok.



Senin, 1 nov 2010

Kunjungan ke hospital pusrawi yang konon katanya di sana tidak ada dokter. Isinya perawat semua. Dokternya on call.











Next..


Kunjungan ke Hospital Al-Islam

SubhanAllah.. kami bertemu dengan Dr. Ishak Mas’ud. Presentasi yang beliau berikan sangat menyentuh hati.

Isi presentasi itu menceritakan bagaimana beliau membangun rumah sakit yang islami dari bawah sampai maju seperti sekarang. Beliau berkata, semuanya untuk dakwah.

Setelah mendengarkan tuturan kata dari beliau, kami dibawa keliling rumah sakit. Taukah kawan? Untuk pasien yang susah pergi wudhu ke toilet, rumah sakit ini menyediakan sprai dan debu tayamum. Sangat membantu sekali bukan? Dan banyak lagi program-program dari rumah sakit ini yang menarik. Mungkin teman-teman bisa buka webnya kalau mau tau lebih banyak.

Oiya,, delegasi dari UIN pulang.. ketua delegasi beserta teman-temannya sudah tidak bisa lagi menjadi tumbal kami. Hehe

Malamnya, delegasi dari UMJ dan UNAND dinner dengan Ayah..

Terlihat antusias sekali mereka bertanya ke ayah dan mendengarkan tutur kata beliau. Aku ngantuk. Mungkin karena terlalu sering mendengar penuturan seperti itu dari ayah dan kupikir tinggal action, menjalankan apa-apa yang seharusnya kukerjakan sebagai seorang pelajar dan da’i.


Selasa, 2 nov 2010

Delegasi Unand, (kecuali bg Aan dan bg Luki) bersama delegasi UMJ dan ibu” akbid, melakukan perjalanan ke Genting Highland bersama seorang guide dari Indonesia. Kami sangat menikmati perjalanan ini. “Bebas” kata mereka. :D

Sesampainya di Genting, brrr… dingin banget. Suhu di sana 19 derajat celcius.
Pertama sekali, kami ke snow world. Dingin banget, -7 derajat celcius. Serasa di eropa dah..

Next.. kami kepingin naik sky way. Ternyata, sky way tidak beroperasi. Penonton kecewa.

Setelah itu kami makan siang dan pulang.


Perpisahan pun terjadi. Sedih rasanya berpisah dengan mereka yang luar biasa.

Sangat banyak cerita dibalik ceritaku di blog ini kawan. Hanya delegasi yang tau. Afwan.

Semoga bermanfaat.^^


Diberdayakan oleh Blogger.

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "